Transport Management System (TMS) dan Tantangan yang Sering Dialami


Transport Management System (TMS) mempermudah perusahaan mengatur logistik dengan efisien, mengoptimalkan penggunaan berbagai moda transportasi yang tersedia. Dengan TMS, perusahaan dapat secara akurat melacak pergerakan fisik barang melalui darat, udara, laut, atau kombinasi moda transportasi.
Sebagai bagian dari TMS yang lebih besar, ini memastikan pengiriman tepat waktu dengan mengoptimalkan muatan dan rute. Dengan melacak pengiriman lokal dan global serta mengotomatiskan tugas-tugas, TMS mengurangi biaya bagi bisnis dan pelanggan akhir.
Dengan munculnya software TMS berbasis cloud, entitas besar dan kecil dapat memiliki akses yang sama. Software TMS sekarang digunakan oleh perusahaan kecil untuk bersaing di pasar, memungkinkan integrasi sistem digital yang diperlukan.
Dengan teknologi berbasis cloud dan pertumbuhan e-commerce, permintaan terhadap perangkat lunak TMS semakin meningkat. Menurut laporan Grand View Research, pasar untuk sistem ini diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 16,2% antara 2019 dan 2025.
Siapa yang Menggunakan Transport Management System (TMS)?
Pengirim dan operator menjadi pengguna utama perangkat lunak TMS untuk mengatur dan memantau kegiatan logistik mereka. Sementara itu, produsen, distributor, organisasi e-commerce, grosir, pengecer, dan penyedia layanan logistik pihak ketiga (3PL) juga mengandalkan software TMS.
Meskipun beberapa TMS berfokus pada satu moda transportasi, sebagian besar sistem mendukung transportasi multimoda dan antarmoda. Dalam multimoda, satu maskapai penerbangan menggunakan setidaknya dua moda transportasi seperti truk, kereta api, udara, atau laut untuk memenuhi kontrak.
Transportasi antar moda memberi pengirim kendali atas operator, pengiriman, harga, dan moda transportasi, namun menuntut tanggung jawab manajemen proses. Dukungan transportasi internasional menjadi kemampuan krusial bagi TMS, memfasilitasi kelancaran operasi lintas batas bagi perusahaan.
Fitur Utama dari Transport Management System (TMS)?
Apa yang dimaksud dengan sistem TMS saat ini telah mengalami evolusi signifikan. Software TMS modern menawarkan fitur-fitur yang mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi.
1. Perencanaan dan Pelaksanaan Transportasi
Dengan menyederhanakan pengadaan dan pengiriman barang, perbandingan tarif dan pemesanan operator dapat dilakukan secara otomatis. Pengguna dapat memilih moda pengiriman seperti angkutan udara, laut, truk, atau kereta api, serta merencanakan rute pengangkutan barang yang efisien.
Dengan mengoptimalkan muatan, perusahaan dapat memanfaatkan kemampuan pelacakan dan pemantauan waktu nyata untuk mengawasi kemajuan pengiriman.
2. Manajemen Pengangkutan
Dengan menyederhanakan proses dari penawaran hingga kontrak, perusahaan dapat efisien mengelola biaya, manajemen pesanan, dan penagihan pengiriman. Ini penting terutama untuk transportasi multimoda dan antarmoda di mana penentuan tarif dan penyelesaian pengiriman dapat menjadi rumit.
3. Dasbor, Pelaporan, dan Analitik TMS
Dengan memperkirakan permintaan transportasi dan menganalisis tarif serta profitabilitas, perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap situasi yang tidak terduga. Dengan visibilitas real-time ke seluruh aspek proses transportasi, pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data dapat dilakukan dengan efektif.
Tantangan Transport Management System (TMS)
Karena kompleksitas dan tuntutan unik dari solusi TMS, tantangan harus diidentifikasi dan diatasi selama perencanaan, penerapan, dan pemeliharaan.
1. Kesulitan dan biaya saat melakukan transisi dari TMS lama ke platform baru
Sistem lama, meskipun masih berfungsi, sering kali kurang memiliki fitur dan kemampuan adaptasi seperti sistem baru yang lebih modern. Transisi ke platform baru mungkin memakan waktu dan biaya yang signifikan, serta memerlukan waktu untuk mentransfer dan memformat data.
2. Kesulitan berinteraksi dengan sistem eksternal dalam berkomunikasi dengan pengemudi
Kemampuan untuk terhubung dengan kendaraan bermotor dan pengemudi menjadi sangat penting, namun sistem baru mungkin menghadapi tantangan dalam integrasi dengan sistem nirkabel yang sudah ada pada kendaraan.
3. Kesulitan menghubungkan ke sistem pembawa motor lainnya
Karena TMS dapat berkomunikasi dengan platform TMS pembawa motor lainnya, bertukar data antar sistem mungkin menimbulkan tantangan. Namun, dengan integrasi yang tepat, kolaborasi lintas-platform dapat meningkatkan efisiensi dan visibilitas dalam manajemen transportasi.
4. Tantangan dalam membuat karyawan menerima sistem baru
Sistem yang sudah dikenal diganti dengan yang baru, mendorong pengguna TMS untuk menerima perubahan dan memerlukan pelatihan dan rencana transisi yang matang. Dengan demikian, kesabaran dalam menghadapi perubahan menjadi kunci untuk memastikan integrasi yang lancar dan efektif dari sistem baru.
Transport Management System (TMS) adalah solusi perangkat lunak yang memfasilitasi manajemen logistik dan transportasi perusahaan. TMS membantu mengoordinasikan, memantau, dan mengoptimalkan pengiriman barang melalui berbagai moda transportasi.
Dengan fitur-fitur seperti pemantauan real-time, perencanaan rute, dan analisis data, TMS mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, dan memastikan ketepatan waktu pengiriman. Sebagai perusahaan yang memiliki teknologi andal, Shipper mengubah cara pengiriman bisnis Anda.
Dengan teknologi pengiriman yang canggih, Shipper meningkatkan efisiensi proses pengiriman dan memberikan pengalaman pengiriman barang terbaik. Kunjungi shipper.id sekarang dan lakukan pengiriman barang dengan aman ke mana saja!



