Bagaimana Cara Manajemen Gudang dengan Sistem FEFO? Simak Penjelasannya

Uncategorized15 November 2021
sistem-fefo

Dalam mengelola stok di gudang, ada 4 cara pencatatan persediaan yang biasa digunakan. Metode tersebut adalah FEFO (First Expired, First Out), FIFO (First In, First Out), LIFO (Last In, First Out) dan Average (rata-rata). Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun semuanya bertujuan sama yaitu untuk menghindari penumpukan stok yang sudah tidak layak dijual, didistribusikan atau dijadikan bahan baku dalam produksi produk jadi. Namun, dalam suatu gudang, biasanya pengelola hanya menggunakan satu metode saja. Umumnya yang paling sering dipilih adalah metode FEFO dan FIFO. Lantas, apa itu FEFO sebenarnya? Apa yang membedakannya dari metode FIFO? Simak pembahasan berikut!

Metode FEFO

FEFO adalah metode mengeluarkan produk yang memiliki jangka waktu kadaluwarsa terdekat dari gudang dan menjual produk tersebut lebih dulu kepada pelanggan. Pelaku usaha tidak perlu memusingkan kapan produk itu masuk ke dalam gudang, melainkan hanya perlu memerhatikan kapan produk itu akan kadaluwarsa. Jadi, bisa saja barang yang dikeluarkan dari gudang untuk dijual adalah produk yang baru saja masuk.

Apotek adalah contoh usaha yang menggunakan metode FEFO. Produk yang memiliki jangka waktu kadaluwarsa paling dekat atau paling pendek akan diletakan di bagian rak paling depan. Tujuannya agar calon pembeli memilih barang tersebut dibandingkan barang yang memiliki tanggal kadaluwarsa masih lama.

Keuntungan Metode FEFO

1. Dikenal sebagai metode yang paling efisien dan mampu mengurangi potensi kerugian.

2. Penataan barang dalam penyimpanan jauh lebih mudah.

3. Menghemat pengeluaran pajak

Kekurangan Metode FEFO

1. Pencatatan barang lebih rumit karena bertolak belakang dengan aliran keluar dan masuknya stok barang dalam gudang.

2. Biaya pembukuannya cenderung tinggi akibat penerapan metodenya yang rumit.

Metode FIFO

FIFO adalah metode yang menerapkan barang yang pertama kali masuk harus menjadi barang yang pertama kali dikeluarkan dari gudang dan dijual. Keuntungan dari metode ini adalah pencatatan persediaan yang terdapat di dalam laporan akan serupa dengan stok yang ada di dalam gudang.

Usaha yang paling sering menggunakan metode ini adalah bisnis yang bergerak di bidang makanan dan minuman seperti toko makanan, toko kue dan minimarket. Produk makanan dan minuman memiliki jangka waktu kadaluwarsa yang sangat pendek sehingga akan cepat basi bila tidak segera dijual.

Kelebihan dari menggunakan metode FIFO adalah menghasilkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang rendah. Akan tetapi mampu memberikan hasil laba kotor yang tinggi. Kelebihan lainnya adalah Risiko kerusakan atau penurunan kualitas barang bisa ditekan. Sementara untuk kekurangan adalah beban pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah cenderung lebih tinggi dan laba yang dihasilkan biasanya kurang akurat.

Mengelola stok di gudang memang membutuhkan ketelitian tinggi. Sedikit saja kesalahan dalam pengelolaan stok bisa berakibat pada kerugian. Namun jika kamu menyewa gudang dari Shipper, kamu tak perlu lagi dipusingkan oleh pengelolaan barang di gudang! Sistem kami mampu memastikan sinkronisasi real-time antara stok di gudang dan dashboard. Kamu tinggal mengecek pesanan dan ketersediaan stok tanpa ribet. Temukan layanan yang sesuai dengan kebutuhanmu di https://shipper.id/warehouse

Baca Juga : 5 Prinsip Manajemen Gudang untuk Bisnis Onlinemu

Tags
Previous Article
Next Article
author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Data tidak ditemukan
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.