Mengenali 7 Perbedaan Merger dan Akuisisi

Uncategorized26 October 2021
perbedaan-merger-dan-akuisisi

Apakah Sobat Shipper masih bingung apa perbedaan merger dan akuisisi? Ini bukan hal yang mengherankan. Pasalnya, istilah merger dan akuisisi memang dua kata yang paling sering disalahpahami dalam dunia bisnis.

Kedua istilah tersebut sebetulnya memiliki persamaan, yakni sama-sama istilah yang digunakan untuk menggambarkan penggabungan dua perusahaan berbeda. Tetapi, perbedaan utama antara merger dan akuisisi juga sangat jelas.

Masing-masing istilah tersebut merujuk pada tujuan, situasi, dan bentuk akhir perusahaan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan merger dan akuisisi di dalam artikel ini.

1. Definisi Merger VS Akuisisi

Perbedaan merger dan akuisisi yang paling utama adalah pada tujuannya

– Merger adalah tindakan penggabungkan dua atau lebih perusahaan yang berbeda.

– Akuisisi adalah tindakan pengambilalihan sebuah perusahaan oleh perusahaan lainnya.

Langkah untuk melakukan merger atau akuisisi dapat diambil untuk memperluas jangkauan perusahaan atau mendapatkan pangsa pasar.

2. Kondisi Akhir Perusahaan

Perbedaan merger dan akuisisi selanjutnya adalah pada kondisi akhir perusahaan.

– Merger adalah penggabungan dua perusahaan untuk menciptakan perusahaan bersama. Secara hukum, merger mengharuskan dua perusahaan untuk berkonsolidasi menjadi entitas baru dengan struktur kepemilikan dan manajemen baru.

– Dalam akuisisi tidak terbentuk perusahaan baru. Melainkan, perusahaan yang lebih kecil (perusahaan yang diakuisisi) diambil alih oleh perusahaan yang lebih besar atau lebih kuat. Sehingga seluruh asetnya telah menjadi bagian dari perusahaan yang mengakuisisi.

3. Manajemen Perusahaan

Selain bentuk akhir perusahaan yang berbeda, manajemen perusahaan setelah proses merger dan akuisisi juga berbeda.

– Manajemen perusahan yang terbentuk setelah merger adalah manajemen baru. Biasanya, gabungan dari dua kelompok manajemen dari kedua perusahaan.

– Pada tindakan akuisisi perusahaan yang mengakuisisi akan mengambi alih semua aset serta keputusan operasional perusahaan yang diakuisisi.

4. Posisi Perusahaan yang Terlibat

Perbedaan merger dan akuisisi selanjutnya terletak pada posisi kekuatan perusahaan.

– Merger merupakan penggabungan yang terjadi antara dua perusahaan dengan kekuatan (ukuran dan cakupan) yang kurang lebih sama.

– Pada akuisisi, salah satu perusahaan berada dalam posisi lebih kuat dan lainnya lebih lemah. Perusahaan yang lebih kuat adalah perusahaan yang membeli (mengakuisisi) perusahaan lain yang diakuisisi

5. Sifat Keputusan Tindakan

Sifat merger dan akuisisi juga memiliki perbedaan, yaitu:

– Merger umumnya bersifat sukarela dan dilakukan oleh dua perusahaan yang sepakat bekerja sama untuk kepentingan bisnis bersama.

– Akuisisi seringkali merupakan langkah yang terpaksa diambil oleh manajemen untuk menyelamatkan perusahaan dari kondisi yang lebih terpuruk lagi.

6. Konotasi Istilah

Perbedaan dari merger dan akuisisi selanjutnya adalah pada konotasi istilah keduanya.

– Merger adalah istilah yang lebih berkonotasi positif

– Akuisisi seringkali lebih berkonotasi negatif, khususnya bagi perusahaan yang diakuisisi

Karena perbedaan konotasi antara kedua istilah tersebut, maka tidak jarang penggunaan istilah merger lebih gemar untuk digunakan. Walaupun penggunaannya mungkin tidak tepat.

7. Tujuan Merger dan Akuisisi

Perbedaan merger dan akuisisi juga terdapat pada tujuan pelaksanaannya.

– Umumnya merger dilakukan untuk mengurangi biaya operasional, mengembangkan perusahaan ke pasar baru yang lebih luas, serta meningkatkan pendapatan dan keuntungan.

– Manfaat dilakukannya akuisisi antara lain adalah untuk membeli pemasok perusahaan target dan meningkatkan skala ekonomi; ingin meningkatkan pangsa pasar, mengurangi biaya, serta memperluas lini produk baru; untuk mendapatkan teknologi dari perusahaan target; untuk untuk menghilangkan perusahaan saingan.

Sementara bagi perusahaan yang diakuisisi, manfaat dilakukannya akuisisi adalah langkah terakhir untuk menyelamatkan perusahaan. Biasanya perusahaan telah kalah bersaing terlalu jauh sehingga memilih menjual perusahaan sebelum semakin merugi.

Terlepas dari perbedaan merger dan akuisisi yang signifikan, ada alasan penyebab kedua istilah ini sering dipertukarkan. Hal ini dikarenakan merger sangat jarang terjadi, sementara akuisisi dipandang secara negatif. Maka dari itu kedua istilah tersebut semakin bercampur dan sering digunakan bersamaan. Dan tentu saja, jangan lupa untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap pelayanan konsumen. Kamu juga bisa bekerja sama dengan Shipper untuk menjaga kepercayaan pelanggan dalam pengiriman barang. Apa saja layanan yang Shipper punya? Yuk, kunjungi shipper.id!

Baca Juga : Perusahaan Joint Venture, Apa Karakteristik dan Keunggulannya?

Tags
Previous Article
Next Article
author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Data tidak ditemukan
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.