Buyer dalam Purchasing, Apa Saja Proses dan Tugasnya?

Uncategorized07 July 2021
ketahui-proses-buyer-di-indonesia

Secara garis besar, istilah buyer memang berarti “pembeli”. Meski demikian, buyer adalah istilah yang juga dilabelkan pada bisnis lho, Sobat Shipper! Apalagi kalau Sobat Shipper memiliki bisnis dagang, yang berarti kamu juga memiliki aktivitas pembelian alias purchasing. Lalu, apa hubungan antara buyer dan purchasing, ya? Simak penjelasannya dulu berikut ini, yuk! Selamat membaca!

Mengenal Buyer dalam Purchasing

Purchasing adalah aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mendapatkan barang maupun jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan operasional. Untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan, sebuah perusahaan bisa melakukannya dengan cara membeli atau menyewa, Sobat Shipper.

Dikutip dari Jurnal.id, ternyata setiap perusahaan menghabiskan rata-rata 50-70 persen pendapatan untuk pembelian, lho! Nah, dari persentase tersebut, Sobat Shipper barangkali sudah bisa menyimpulkan bahwa aktivitas purchasing ini tak semudah kelihatannya. Sebab, performa dari aktivitas ini jelas sangat berkaitan dengan efisien penggunaan dana, kan?

Di sinilah peran seorang buyer menjadi sangat krusial. Sementara itu, definisi buyer adalah bagian dari purchasing yang secara spesifik melakukan tugas pembelian secara umum bagi sebuah bisnis. Jadi, buyer adalah departemen purchasing sebuah bisnis yang dilihat melalui sudut pandang supply chain atau rantai pasokan.

Singkatnya, buyer adalah perusahaan atau bisnis yang melakukan pembelian produk barang maupun jasa dari supplier. Nah, bagaimana? Sobat Shipper sudah paham apa definisi buyer dalam konteks purchasing ini, kan?

Apa Saja Proses Purchasing?

Purchasing sendiri bukanlah aktivitas yang mudah dan sederhana. Soalnya, ternyata ada banyak langkah yang harus dilakukan oleh seorang buyer, lho! Apa saja ya prosesnya?

1. Perencanaan

Dalam proses perencanaan, hal yang harus dilakukan oleh buyer adalah merencanakan pembelian dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Dengan begitu, buyer tidak akan keliru dalam melakukan pembelian, baik itu dari segi jenis produk, spesifikasi, jumlah, hingga waktu atau timing pembeliannya.

2. Seleksi supplier

Setelah merencanakan kebutuhan bisnis, buyer akan memilih supplier yang dirasa paling tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di samping reputasi supplier dan harga, buyer juga harus mempertimbangkan lokasi supplier. Karena makin dekat lokasi supplier, makin pendek jaraknya dan makin singkat pula waktu yang dibutuhkan sampai produk bisa diterima.

3. Bidding

Bidding merupakan proses penawaran yang dilakukan supplier dengan mengacu pada request for information (RFI) yang buyer kirimkan. Informasi tersebut menjelaskan kapabilitas supplier dibandingkan biaya, plus detail produk barang maupun jasa, jumlah, hingga deadline pembayaran.

4. Negosiasi

Setelah bidding, buyer perlu melakukan negosiasi dengan para supplier. Karena itu, keahlian ini jelas masuk dalam daftar keahlian wajib seorang buyer. Setelah ada kesepakatan, buyer bisa jadi masih perlu melakukan penyesuaian sebelum surat kerjasama dibuat. Kemudian buyer akan Menyusun dan mengirimkan purchasing order (PO) kepada supplier, dan supplier mengirimkan faktur.

Baca Juga: 5 Strategi Ampuh untuk Menghemat Biaya Produksi Bagi Para UMKM

Tugas Buyer

Apabila dirangkum, tugas buyer adalah sebagai berikut:

  • Merencanakan kebutuhan produk barang/jasa yang dibutuhkan bisnis.
  • Mengklasifikasikan pembelian, yang biasanya dilakukan berdasarkan durasinya – jangka panjang, just in time, bulanan, dan sebagainya.
  • Melakukan analisis dengan total cost of ownership.
  • Membuat daftar supplier potensial dan memilih supplier.
  • Mengajukan persetujuan pembelian kepada manajer purchasing.
  • Berkomunikasi dengan supplier.
  • Bernegosiasi dengan supplier.
  • Menyusun dan mengirim PO.
  • Melakukan proses QC atas produk yang telah diperoleh.
  • Mendokumentasi proses purchasing.
  • Berkomunikasi dengan departemen keuangan dan tim logistik.
  • Melakukan analisis efektivitas dan performa atas produk yang telah diperoleh sesuai kebutuhan bisnis.

Untuk Sobat Shipper yang baru saja merintis bisnis dagang, wajar kalau kamu juga merangkap jadi buyer dalam aktivitas pembelian stok barang. Oleh karena itu, kamu barangkali jadi merasa tertekan hingga pekerjaanmu keteteran karena kamu harus melakukan banyak hal, termasuk manajemen keuangan, pengiriman, penjualan, hingga manajemen gudang.

Untungnya, ada layanan warehouse Shipper yang bisa bantu buat pekerjaanmu jadi lebih enteng. Soalnya, Shipper siap handle fungsi gudang yang benar-benar bisa hemat banyak waktu dan tenagamu. Dengan begitu, kamu bisa fokus lakukan upaya untuk membesarkan bisnis, kan?

Klik di https://shipper.id sekarang juga untuk layanan warehouse Shipper, yuk!

Baca Juga: Simak 4 Langkah Mencari Client dalam Dunia Bisnis Berikut Ini

Tags
Previous Article
Next Article
author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Data tidak ditemukan
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.