Hindari 7 Macam Pemborosan dalam Penyimpanan Barang & Warehousing untuk Hasil Kerja Lebih Efektif

Uncategorized13 August 2021
ketahui-apa-itu-warehouse-adalah

Daftar Isi
1. Apa Itu Warehouse
2. Jenis-jenis Warehouse
3. Istilah-istilah dalam Warehouse
4. Hal-hal yang Harus Diutamakan dalam Warehouse
5. Pertimbangan Sebelum Menyewa Gudang
6. Inbound, Outbound & Storage dalam Proses Gudang
7. Prinsip Dasar Perencanaan Tata Letak Gudang
8. Metode Penyimpanan Barang di Gudang
9. Lean Warehousing, Apa itu?
10. Fungsi dari Konsep Value Stream Mapping
11. Pemborosan dalam Warehousing
12. Apa Itu Diagram Fishbone & Fungsinya?
13. Tips Menghemat Biaya Operasional Gudang

Warehouse adalah bagian penting dalam operasional perusahaan. Fungsi warehouse adalah sebagai tempat menyimpan produk, menyediakan informasi kondisi dan aktivitas di gudang. Bagaimana agar warehouse lebih efektif? Sebuah warehouse membutuhkan manajemen gudang yang baik agar aktivitas pergudangan berjalan dengan efektif. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan efektifitas warehouse adalah penerapan konsep lean warehousing. Lean warehousing bertujuan mengurangi pemborosan (waste) untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi warehouse.  Hal ini dapat membawa dampak baik pada peningkatan produktivitas dan penghematan dari segi biaya, waktu dan tenaga. 

Dalam penerapan lean warehousing sebagai sistem untuk meningkatkan efektifitas gudang, kamu perlu paham apa yang dimaksud waste atau pemborosan. Dengan memahami apa saja jenis pemborosan yang mungkin terjadi di gudang, maka Sobat Shipper akan lebih mudah melakukan pencegahan dan perbaikan.

Berikut adalah 7 macam pemborosan yang perlu diketahui:

1. Excessive Transportation

Excessive transportation adalah pemborosan dalam hal transportasi. Agar fungsi warehouse bisa berjalan dengan optimal, maka dibutuhkan tata letak gudang yang tepat. Fungsi warehouse tidak hanya menyimpan produk. Aktivitas lain di warehouse adalah perpindahan barang baik dalam satu gudang atau ke gudang lain. 

Tata letak gudang yang kurang baik bisa menyebabkan alur transportasi yang berlebihan.  Selain itu, koordinasi yang buruk menyebabkan kurangnya pemahaman karyawan terhadap aliran produksi. Penyebab lain excessive transportation adalah area penyimpanan terlalu besar atau jarak yang terlalu jauh.

Pergerakan yang berlebihan memiliki risiko lebih besar pada kerusakan atau penurunan kualitas produk. Dampak lain yang mungkin terjadi yaitu penumpukan saat proses memindahkan barang.  Untuk mengatasi hal ini sistem value stream management dan perbaikan layout berorientasi pada produk dapat membantu mengoptimalkan aktivitas dan fungsi warehouse.

2. Unnecessary Inventories

Unnecessary inventories adalah pemborosan yang terjadi karena persediaan atau inventory yang tidak perlu. Contohnya adalah stok bahan baku yang berlebihan.  Hal ini menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan, biaya atau modal dan tambahan tenaga pekerja. Pemborosan inventori di gudang berhubungan dengan terjadinya overproduction dan penurunan kinerja penjualan produk. 

Penyebab unnecessary inventories di antaranya informasi dan analisa pasar kurang optimal, permintaan pelanggan tidak pasti, alur dan waktu produksi panjang dan sebagainya. Cara mencegah hal ini yaitu dengan perbaikan alur informasi dan komunikasi, analisis pasar lebih baik, penyeimbangan antara proses produksi dan pasokan bahan baku.  

3. Over Production

Warehouse adalah tempat penyimpanan barang jadi dan setengah jadi. Over production merupakan pemborosan yang terjadi karena produksi berupa barang jadi atau setengah jadi yang berlebihan. Produksi yang berlebihan daripada permintaan pelanggan akan menyebabkan penumpukan produk di gudang. 

Banyak hal bisa menjadi penyebab overproduction. Beberapa penyebabnya adalah kualitas rendah, penjadwalan produksi tidak stabil, proses terhambat, logistik yang buruk dan sebagainya. Pemborosan yang terjadi karena produksi berlebihan yaitu pemborosan inventori  dan kelebihan stok produk. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya biaya penanganan dan kualitas produk tidak terjamin.

Cara mencegah over production dengan perbaikan jadwal produksi sesuai permintaan pasar. Selain itu, perlu mengoptimalkan penggunaan warehouse management system (WMS) untuk mempermudah pengelolaan produk di gudang. Warehouse management system membantu meningkatkan efisiensi warehouse dengan teknologi komputer sehingga mempermudah kerja karyawan dan informasi di gudang lebih akurat. 

4. Unnecessary Movement

Unnecessary movement adalah pemborosan yang terjadi karena pergerakan pekerja, benda atau alat yang tidak perlu. Unnecessary movement disebut sebagai waste atau pemborosan karena tidak memberikan nilai tambah pada produk di gudang. Sebaliknya, unnecessary movement justru menambah beban biaya dan waktu, serta penurunan produktivitas kerja. 

Contoh unnecessary movement  adalah tata letak komponen jauh dari jangkauan operator. Operator gudang perlu melangkah jauh dari posisi kerja untuk mengambilnya. Pemborosan gerakan ini bisa disebabkan karena layout warehouse belum optimal, cara kerja tidak konsisten, warehouse berantakan dan sebagainya. 

Mencegah unnecessary movement dengan memperbaiki layout gudang, mengoptimalkan fungsi warehouse, memperbaiki kinerja pegawai dan menerapkan konsep lean warehousing.

5. Waiting

Waiting adalah pemborosan karena menunggu. Menunggu di sini berarti seseorang atau mesin tidak melakukan pekerjaan sehingga menyebabkan pemborosan. Penyebabnya beragam, di antaranya karena kerusakan mesin, kiriman barang terlambat, beban kerja tidak rata, menunggu keputusan atau informasi dan sebagainya. 

Akibat dari waiting adalah menurunnya produktivitas, efektifitas rendah sedangkan biaya operasional tinggi dan rentan terjadi kesalahan alur proses atau aktivitas warehouse. Cara mencegah waiting adalah melatih multi skill karyawan, penjadwalan kerja yang lebih baik, menyeimbangkan beban kerja, pemeriksaan dan perawatan rutin alat dan mesin. 

6. Inappropriate Processing

Inappropriate Processing atau over processing adalah pemborosan yang disebabkan oleh proses berlebihan. Tidak semua proses yang terjadi di gudang bisa memberikan nilai tambah bagi produk atau proses produksi. Maka dari itu, proses yang tidak perlu harus dihilangkan.

Contoh over processing yang terjadi di gudang adalah melakukan pengecekan stok produk berulang kali karena tidak dibantu dengan sistem dan teknologi. Maka, banyak waktu yang terbuang karena proses berulang. Untuk mengatasi hal ini manajemen gudang perlu dilengkapi dengan sistem dan teknologi untuk membantu kinerja karyawan. Salah satu solusinya dengan WMS atau warehouse management system

7. Defect

Defect adalah pemborosan yang terjadi karena kualitas produk buruk atau adanya kerusakan produksi. Akibat dari pemborosan karena produk rusak tidak hanya terbuangnya barang. Defect termasuk pemborosan karena menyebabkan penambahan biaya, tenaga kerja dan komponen lain untuk perbaikan kualitas produk. 

Waktu, sumber daya dan tenaga menjadi sia-sia karena menghasilkan produk yang tidak layak jual. Pemborosan akibat produk rusak bisa disebabkan karena pengendalian proses lemah, persediaan komponen produksi tidak seimbang, perencanaan dan perawatan mesin tidak baik, desain produk buruk, kurang pelatihan tenaga kerja dan sebagainya. 

Beberapa perusahaan menerapkan konsep zero defect untuk mencegah hal ini. Jika defect bisa dicegah, maka penggunaan volume gudang bisa lebih maksimal. Gudang tidak perlu menyimpan banyak barang rusak atau cacat produksi. 

Itulah 7 waste atau pemborosan yang perlu dihindari untuk menghasilkan aktivitas warehouse yang lebih efektif.  Warehouse adalah tempat terjadinya kegiatan-kegiatan terkait operasional bisnis, mulai dari penerimaan barang, penyimpanan hingga distribusi produk. Maka, penting untuk melakukan pencegahan pemborosan di gudang agar hasil kerja lebih efektif.  

Dengan memahami apa saja hal-hal yang termasuk waste, Sobat Shipper bisa lebih fokus dalam hal pencegahan dan perbaikan kinerja di warehouse. Pemborosan tidak hanya bisa terjadi pada gudang pribadi, tetapi juga bisa terjadi ketika kamu melakukan sewa gudang. Maka dari itu, penting memilih layanan sewa gudang yang menyediakan manajemen gudang terbaik untuk mencegah pemborosan. 

Percayakan kebutuhan sewa gudang kamu kepada Shipper! Shipper adalah layanan sewa gudang profesional yang menyediakan layanan manajemen gudang yang efektif. Cari tahu lebih banyak tentang layanan warehouse yang bisa kamu dapatkan dari Shipper, klik link https://shipper.id/warehouse.  

author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.