4 Cara Packing dengan Bubble Wrap untuk Proteksi Lebih

Uncategorized15 December 2021
cara-packing-dengan-bubble-wrap

Bisa dibilang saat ini bubble wrap adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari cara packing paket barang yang aman. Tujuan utama penggunaan bubble wrap adalah sebagai bagian pengemasan barang yang efektif dalam memberikan perlindungan pada produk dari berbagai risiko. 

Selain manfaatnya yang sangat besar, bubble wrap juga merupakan bahan yang terbilang ekonomis. Harganya tentu tidak seberapa dibandingkan kerugian yang harus ditanggung apabila terjadi kerusakan barang akibat packing ekspedisi mengabaikan penggunaan bubble wrap.

Jenis-jenis bahan bubble wrap

Bubble wrap adalah plastik dengan gelembung udara. Keberadaan gelembung ini berfungsi untuk menjaga barang agar tidak mengalami benturan yang dapat menyebabkannya rusak. Lebih jauh lagi, bubble wrap juga hadir dalam banyak pilihan. Sehingga pemilihan jenis dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan Sobat Shipper.

1. Bubble Wrap Umum

Dari semua jenis bubble wrap, ini adalah jenis yang paling banyak digunakan saat packing barang online shop. Bubble wrap umum terdiri dari bubble wrap regular dan bubble wrap heavy duty.

Bubble wrap regular memiliki besar gelembung 10 mm dan 20 mm dengan bagian datar terletak di satu sisi saja. Jenis bubble wrap ini cocok untuk melindungi pengiriman produk rumah tangga umum. 

Jenis yang lainnya adalah bubble wrap heavy duty. Sesuai namanya, ini diperuntukkan bagi produk-produk rawan pecah belah yang berat hingga penyimpanan di gudang. Bubble wrap ini memiliki gelembung antara 10 mm dan 20 mm dengan dua lapisan datar pada bagian luar dan dalam.

2. Bubble Wrap Foil

Bubble wrap foil memiliki tampilan khas berwarna metalik. Bubble wrap foil memiliki sifat ringan dan tahan terhadap kelembaban.

Jenis bubble wrap ini bermanfaat untuk cara packing produk yang perlu berada dalam suhu terkontrol. Bubble wrap foil memiliki kualitas termal yang mampu mengatur suhu produk, sehingga menurunkan risiko kerusakan akibat suhu yang tidak sesuai. 

3. Bubble Wrap dengan Busa

Bubble wrap dengan busa adalah jenis bubble wrap yang dapat memberikan perlindungan ekstra karena dilengkapi busa setebal 0,5 mm. Cara packing dengan bubble wrap busa cocok untuk produk-produk yang rentan seperti kaca, elektronik, atau produk yang memerlukan perlakuan khusus lainnya. 

Jenis bubble wrap ini juga mampu menjaga kelembaban produk selama proses pengiriman. Dengan demikian, produk dapat terhindar dari tumbuhnya jamur atau bakteri.

4. Bubble Wrap Anti Static

Bubble wrap anti statis biasanya mudah dibedakan karena memiliki tampilan berwarna pink. Bubble wrap anti statis cocok digunakan dalam cara packing produk komponen listrik yang berisiko mengalami penumpukan listrik statis. Ini adalah kondisi berbahaya, dimana timbulnya listrik statis pada kemasan plastik biasa mungkin dapat menyebabkannya terbakar.

5. Bubble Wrap Protecta Soft Protective

Ini adalah jenis bubble wrap yang dapat memberikan perlindungan lebih khususnya pada produk-produk yang rawan terkena goresan. Bubble wrap protecta juga memberikan perlindungan dari kelembapan untuk waktu yang lama.

Salah satu sisi pada bubble wrap protecta dilaminasi dengan gelembung kualitas premium. Umumnya jenis ini banyak digunakan melindungi produk furniture yang akan disimpan di dalam gudang untuk periode jangka panjang.

6. Bubble Wrap Kertas Kraft

Ini adalah jenis bubble wrap yang dilapisi dengan kertas kraft yang kuat. Cara packing dengan bubble wrap kertas kraft biasanya diperuntukkan dalam mengemas barang-barang rumah tangga yang berat, seperti misalnya furnitur dari kayu. Selain mampu menahan goncangan, bubble wrap kertas kraft juga mampu melindungi permukaan dari goresan.

7. Kantong Bubble Wrap

Sesuai namanya, ini adalah bubble wrap berbentuk kantong yang praktis digunakan. Kantong ini sudah memiliki penutup berperekat yang dapat berfungsi sebagai segel.

Cara pakai bubble wrap kantong sangat mudah. Cukup masukkan produk ke dalamnya, buka pelindung perekat dan barang sudah terlindungi. Namun jenis bubble wrap ini hanya bisa digunakan pada produk-produk tertentu karena ukurannya yang terbatas.

8. Bubble Wrap Tube 

Cara packing barang-barang berukuran panjang bisa lebih praktis dengan menggunakan tabung bubble wrap. Produk tinggal dimasukkan ke dalam rol bubble wrap tub, dan dipotong sesuai ukuran panjang yang dikehendaki.

Cara Membungkus Paket Menggunakan Bubble Wrap

Untuk memastikan keamanan paket selama dalam perjalanan, cara packing barang dengan bubble wrap juga perlu diperhatikan. Berikut ini adalah tips packing barang tentang cara menggunakan bubble wrap yang baik untuk keamanan produk.

1. Pilih jenis bubble wrap yang dibutuhkan

Seperti sudah diuraikan di atas, ada banyak sekali jenis-jenis bubble wrap yang dapat digunakan untuk melindungi produk. Pilihlah jenis bubble wrap sesuai dengan kebutuhan Sobat Shipper. Apakah hanya memerlukan bubble wrap biasa, jenis heavy duty, anti statis, bubble wrap foil, atau lain sebagainya.

Tentunya untuk menentukan jenis bubble wrap yang dibutuhkan, Sobat Shipper harus mempertimbangkan:

  • Jenis produk
  • Ukuran produk
  • Berat produk
  • Jarak pengiriman
  • Lama waktu kirim

Hal-hal tersebut akan menentukan  cara membungkus paket dengan bubble wrap yang berbeda, agar produk bisa terproteksi secara maksimal.

2. Sesuaikan ukuran bubble wrap

Selanjutnya hal yang harus diperhatikan dalam cara packing bubble wrap adalah menyesuaikan ukuran yang akan digunakan. Bubble wrap umumnya dijual dalam bentuk roll (gulungan) dengan panjang dan lebar tertentu. 

Pertama-tama, Sobat Shipper mengukur terlebih dahulu berapa panjang dan lebar bubble wrap yang diperlukan untuk membungkus produk. Perlu diingat bahwa beberapa jenis produk yang harus diberi perlakuan khusus, mungkin akan memerlukan berlapis-lapis bubble wrap. Maka hal tersebut juga perlu dipertimbangkan saat hendak memotong ukuran bubble wrap.

3. Bungkus produk dengan bubble wrap

Setelah bubble wrap selesai dipotong saatnya untuk membungkus produk. Sebelumnya, pastikan terlebih dahulu bahwa produk yang dikirim sudah tepat, serta semua segelnya masih dalam kondisi baik.

Setelah itu, lapisi sekeliling produk dengan bubble wrap. Pastikan bahwa sisi bubble wrap yang ada di luar adalah bagian yang rata. Sementara bagian yang bergelembung terletak di bagian dalam. 

Jangan ada bagian yang terbungkus lebih tebal atau lebih tipis. Idealnya, pemasangan bubble wrap adalah dua kali ketebalan produk yang dikirim, atau setidaknya dua-tiga lapis bubble wrap. Jika Sobat Shipper mengemas beberapa produk dalam satu tempat (dus), sebaiknya masing-masing produk dibungkus dengan bubble wrap sendiri-sendiri terlebih dahulu.

4. Bungkus paket dengan rapi

Barang yang sudah dibungkus dengan bubble wrap kemudian dikemas ke dalam dus untuk menjamin produk lebih aman. Setelahnya, bungkus dus dengan rapi dan pastikan tidak ada bagian yang terbuka.

Untuk keamanan yang lebih tinggi, tidak ada salahnya jika kemasan paket dibungkus kembali dengan menggunakan bubble wrap. Ini akan membuatnya lebih tahan goncangan dan juga lebih aman saat ditumpuk bersama paket lainnya.

Itulah informasi mengenai cara packing dengan menggunakan bubble wrap. Selain penggunaan bubble wrap yang benar dan tepat, memilih agen ekspedisi juga jangan sembarangan. Pilihlah Shipper yang akan mengirimkan paket secara aman sampai tujuan. Selain itu, Shipper juga dapat memberikan layanan jemput paket secara gratis. Untuk informasi lebih lanjut, kamu juga bisa kunjungi websitenya di shipper.id!

author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.