8 Cara Packing Barang Online Shop yang Aman Hingga Tujuan

Uncategorized14 December 2021
8-cara-packing-barang-online-shop

Pengiriman merupakan salah satu hal yang penting dalam proses jual beli online. Cara packing juga dapat berpengaruh pada kondisi barang yang diterima oleh konsumen. Jika sampai barang diterima dalam kondisi rusak, maka akhirnya bisa berpengaruh pada kepuasan konsumen.

Apabila konsumen memiliki pengalaman negatif saat menerima paket, hal itu akan  berpengaruh pada reputasi dan kelangsungan toko online. Maka dari itu tips packing barang yang tepat sangatlah penting untuk diperhatikan.

Dalam kesempatan kali ini, Sobat Shipper dapat menyimak artikel mengenai cara  membungkus paket yang akan dikirim secara baik dan benar. Dengan demikian, risiko  kerusakan barang pada saat pengiriman bisa diminimalisir.

1. Perhatikan Jenis Barang yang Akan Dikirim 

Hal yang paling penting saat akan packing barang online shop, adalah memperhatikan jenis barang yang akan dikirim. Tentunya barang dengan karakteristik yang berbeda akan memerlukan pengemasan yang berbeda pula.

  • Perhatikan material barang, apakah termasuk barang pecah belah, cairan yang rawan bocor, makanan yang mudah hancur, atau lain sebagainya. 
  • Perhatikan ukuran barang dan carilah kemasan yang sesuai dengan ukuran barang yang akan dikemas. 

Untuk barang yang kecil dan ringan seperti kertas atau kain, kamu cukup melapisi dengan kertas atau karton agar tidak terlipat. Pengemasan bahan kain juga cukup mudah, paket cukup dilapisi dengan bahan anti basah yang rapat. Sebaiknya Sobat Shipper juga menyediakan ruang yang cukup untuk memberikan tambahan bantalan-bantalan seperti bubble wrap atau kertas serut untuk meredam benturan. Ini adalah tips packing barang yang penting untuk pengemasan produk makanan, produk elektronik atau produk pecah belah.

2. Sediakan Peralatan Packing yang Sesuai 

Setelah mengenali karakteristik produk yang akan dibungkus, selanjutnya sediakan peralatau packing yang sesuai. Beberapa peralatan packing yang mungkin diperlukan untuk mengemas produk adalah:

  • Amplop 
  • Lembaran kertas sampul 
  • Dus 
  • Styrofoam 
  • Bubble wrap 
  • Gumpalan atau serpihan koran atau majalah bekas 

Sesuaikan kemasan yang digunakan dengan ukuran barang. Jika barang mudah pecah  atau hancur, jangan berikan ruang kosong agar tidak terguncang-guncang selama perjalanan.

Gumpalan kertas koran atau majalah dapat dimanfaatkan jika sedang tidak ada  Styrofoam atau bubble wrap untuk menahan goncangan. Di sisi lain, hindari juga menggunakan kemasan pembungkus yang terlalu sempit. Hal ini bisa berisiko menyebabkan kemasan rusak dan barang merobek kemasan paket saat dalam pengiriman.

3. Bungkus Produk Secara Berlapis 

Cara packing selanjutnya adalah membungkus produk dalam beberapa lapisan. Jika kamu hendak produk, berupa cairan, pastikan semua segel terpasang sempurna. Sebaiknya, lapisi bagian tepi tutup botol atau bukaan lainnya dengan selotip agar tidak mudah tumpah atau bocor.

Membungkus produk secara berlapis berfungsi untuk meredam benturan dan meminimalisir kerusakan pada barang. Lapisi produk dengan bubble wrap, tambahkan Styrofoam atau gumpalan kertas pada ruang kosong di dus.

Jika Sobat Shipper mengemas beberapa produk sekaligus, sebaiknya setiap produk dikemas sendiri-sendiri terlebih dahulu dengan dilaipisi bubble wrap. Setelah itu semua produk dimasukkan ke dalam kardus dan beri tambahan pelapis untuk mengisi ruang yang kosong. Jangan lupa lapisi kembali kardus paket dengan kertas pembungkus dan juga plastik dibagian luar.

4. Bungkus Paket dengan Rapi dan Rapat

Tidak kalah penting cara packing selanjutnya adalah pengemasan paket yang rapi dan rapat. Pastikan setiap sisi tidak ada yang terbuka. Jika produk tidak tertutupi sepenuhnya oleh dus atau kemasan, maka sebaiknya ganti kemasan pembungkus atau berikan lapisan tambahan.

Selain itu, gunakan selotip dan lakban yang kuat untuk menghindari paket terbuka di dalam perjalanan. Ada baiknya seluruh bagian paket dilapisi dengan lakban. Ini akan membuat permukaan paket lebih kuat dan tidak mudah sobek. Mungkin cara packing barang ini akan sedikit menyulitkan pembeli saat membuka paket. Tetapi ini lebih baik ketimbang paket harus rusak pada saat pengiriman.

5. Gunakan Packing Kayu untuk Produk yang Rawan

Cara packing produk yang rawan seperti elektronik atau barang pecah belah memerlukan perhatian lebih. Untuk meningkatkan keamanan, sebaiknya Sobat Shipper menggunakan kemasan kayu saat mengemas jenis produk rawan.

Packing kayu bisa menggunakan potongan kayu yang tidak terpakai, atau bekas peti kas yang biasa digunakan mengemas telur. Kalau Sobat Shipper kesulitan menemukan atau membungkus dengan packing kayu, biasanya agen pengiriman bisa membantu. Tentunyaada tarif yang akan dikenakan untuk jasa packing ekspedisi dengan kemasan kayu tersebut.  

Tambahan kemasan kayu biasanya diharuskan untuk produk elektronik seperti laptop,  handphone atau aksesorisnya. Packing kayu juga disarankan untuk produk berisi cairan dengan botol kaca yang mudah pecah seperti tonik atau parfum.

6. Tempelkan Stiker Khusus yang Sesuai

Menambahkan stiker juga termasuk cara packing yang sebaiknya tidak dilewatkan. Ada banyak sekali paket yang akan ditangani oleh jasa ekspedisi, maka sebaiknya tempelkan stiker khusus yang sesuai untuk produk yang Sobat Shipper kirimkan. Hal ini akan membantu memudahkan pihak ekspedisi dalam memilah jenis-jenis paket. Beberapa jenis stiker yang dapat ditambahkan antara lain :

  • Stiker barang pecah belah. Ini bermanfaat agar barang dapat diperlakukan dengan hati-hati khususnya untuk barang elektronik, pecah belah atau produk yang mudah hancur
  • Stiker yang menunjukan bagian atas produk. Ini bermanfaat untuk barang yang rawan tumpah atau bagian atasnya lebih mudah pecah dari sisi lainnya, sehingga petugas tidak salah meletakkan posisi market
  • Stiker jangan ditumpuk. Stiker ini dapat digunakan untuk packing barang online shop yang dapat rusak karena penumpukan berlebihan

7. Tulis nama dan alamat penerima dengan jelas 

Setelah paket dibungkus dengan rapi, jangan lupa tulis nama dan alamat penerima  dengan lengkap dan jelas. Semakin detail alamat pengiriman akan semakin baik. Ada baiknya jika packing ekspedisi juga disertai patokan alamat atau nama penghuni rumah lain yang lebih dikenal tetangga sekitar. 

Jangan lupa sertakan juga nomor telepon aktif dan mudah dihubungi. Kekurangan informasi tersebut dapat membuat paket Sobat Shipper terhambat pengirimannya.  

Alamat pengirim juga penting untuk disertakan. Pasalnya, jika alamat yang dituju tidak  ditemukan, maka paket akan dikembalikan kepada pengirim, yaitu Sobat Shipper.

8. Cek Kembali Sebelum Pengiriman 

Sebelum mengirimkan paket ke ekspedisi, teliti dan cek kembali kondisi paket serta kelengkapannya. Tambahkan detail yang diperlukan jika ada yang terlewat. Sobat Shipper juga bisa menambahkan pesan pada paket, seperti misalnya: “kirimkan pada jam kerja” atau “jika tidak ada yang menerima boleh dititipkan ke tetangga” dan lain sebagainya. Ini juga dapat membantu proses pengiriman.

Itulah tips cara packing barang untuk online shop. Walaupun yang sederhana, pengemasan barang dapat menjadi unsur penilaian oleh pembeli. Maka dari itu, cara membungkus paket harus selalu diperhatikan agar tidak mengurangi kepuasan pelanggan.

Tentunya pemilihan jasa ekspedisi juga tidak kalah penting dari cara packing. Yuk, gunakan jasa Shipper untuk pengiriman cepat dan terpercaya. Shipper juga menawarkan gratis jemput paket yang dapat menghemat waktu dan tenaga. Untuk informasi lebih lanjut kamu bisa kunjungi websitenya di shipper.id!

author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.