5 Metode Penyimpanan Barang di Gudang Ini Punya Kelebihan Masing-masing

Uncategorized13 August 2021
5-metode-penyimpanan-barang-di-gudang-ini-punya-kelebihan-masing-masing

Daftar Isi
1. Apa Itu Warehouse
2. Jenis-jenis Warehouse
3. Istilah-istilah dalam Warehouse
4. Hal-hal yang Harus Diutamakan dalam Warehouse
5. Pertimbangan Sebelum Menyewa Gudang
6. Inbound, Outbound & Storage dalam Proses Gudang
7. Prinsip Dasar Perencanaan Tata Letak Gudang
8. Metode Penyimpanan Barang di Gudang
9. Lean Warehousing, Apa itu?
10. Fungsi dari Konsep Value Stream Mapping
11. Pemborosan dalam Warehousing
12. Apa Itu Diagram Fishbone & Fungsinya?
13. Tips Menghemat Biaya Operasional Gudang

Gudang atau warehouse menjadi salah satu bagian penting perusahaan. Secara umum, warehouse adalah tempat menyimpan barang atau produk penjualan. Aktivitas pergudangan yang seringkali terjadi dalam warehouse di antaranya proses penerimaan, penyimpanan dan distribusi barang. Agar aktivitas warehouse berjalan dengan baik, maka diperlukan metode penyimpanan barang di gudang.

Metode penyimpanan barang di gudang adalah sebuah cara atau sistem untuk menempatkan barang di gudang dalam kondisi menunggu proses selanjutnya. Barang disesuaikan dengan karakteristiknya selama berada pada waktu tunggu tertentu di gudang. Penyimpanan barang dilakukan berdasarkan jenis, kondisi atau karakter barang.  

Mengapa Sobat Shipper perlu metode penyimpanan barang di gudang? Tujuan dari metode penyimpanan barang adalah untuk memaksimalkan penggunaan volume gudang. Selain itu, metode penyimpanan juga memudahkan mencari, mengangkut, mengidentifikasi barang, serta manajemen waktu dan tenaga yang efektif.

Sobat Shipper, ada beberapa cara menyimpan barang di gudang yang bisa kamu diterapkan agar penataan barang lebih rapi. Penyimpanan di gudang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. 

1. Metode Dedicated Storage

Cara menyimpan barang di gudang yang pertama adalah metode dedicated storage atau dikenal juga dengan fixed location. Metode penyimpanan barang di gudang ini berarti setiap produk memiliki tempat atau lokasi yang tetap dalam penyimpanan di gudang. Lokasi tidak bisa diubah atau digunakan oleh produk jenis lain walaupun ada tempat kosong. 

Keunggulan dari metode dedicated storage adalah memudahkan karyawan untuk mengingat lokasi produk di gudang dan penataan produk lebih teratur berdasarkan jenisnya. Kekurangannya adalah bisa saja banyak lokasi kosong karena tidak bisa diisi dengan jenis produk lain. Maka dari itu, perlu di atur agar tempat penyimpanan suatu jenis barang mencukupi kebutuhan secara maksimal.

2. Metode Randomized Storage

Metode randomized storage atau floating lot storage adalah cara penyimpanan barang yang merupakan kebalikan dari metode dedicated storage. Metode randomized storage berarti  penyimpanan di gudang dapat dilakukan dengan cara acak. Barang atau produk mungkin mengalami perpindahan lokasi penyimpanan. Penyimpanan juga bisa dilakukan di sembarang tempat yang memungkinkan. 

Sayangnya, cara penyimpanan barang di gudang ini kurang efektif. Metode randomized storage bisa menyebabkan lokasi barang tidak teratur dengan baik. Jenis, kondisi, dimensi dan karakteristik barang tidak diperhatikan selama barang disimpan di gudang. Jika jumlah barang yang disimpan banyak jumlah dan jenisnya, maka bisa mempersulit proses pencarian barang. 

3. Metode Class-based Storage

Metode penyimpanan barang di gudang selanjutnya adalah metode class based storage. Metode ini merupakan metode gabungan antara dedicated storage dan randomized storage. Metode class based storage yaitu mengatur lokasi penyimpanan barang di gudang dengan lebih fleksibel namun tetap rapi. 

Cara menyimpan barang di gudang menggunakan metode class based storage dilakukan dengan membagi lokasi penyimpanan dalam beberapa titik. Setiap titik bisa diisi dengan beberapa jenis barang yang dikelompokan sesuai karakteristik tertentu, misalnya berdasarkan ukuran barang. Selain itu, penempatan produk juga bisa diatur berdasarkan kelas atau tingkat pergerakan barang. 

Metode class based storage berdasarkan metode pareto. Metode pareto artinya membagi barang ke dalam beberapa kelas berdasarkan popularitas. Pengelompokannya adalah kelas yang bergerak tercepat hanya sekitar 15% dari produk tersimpan, tapi kontribusinya bisa mencapai 85% dari omset.  

Contoh penerapan metode class based storage atau penyimpanan berbasis kelas yaitu barang A adalah barang yang pergerakannya paling cepat. Selanjutnya ada barang B yaitu yang pergerakannya di bawah barang A. Pembagian kelas biasanya dibatasi menjadi 3 kelas, tetapi dalam beberapa kasus bisa lebih.  

Kelebihan dari metode class based storage adalah penyimpanan produk lebih fleksibel karena diatur berdasarkan kecepatan gerak barang. Barang yang bergerak cepat bisa disimpan dekat depot agar mudah dijangkau. Metode class based storage pada penerapannya butuh ruang penyimpanan atau rak lebih banyak. 

4. Metode Shared Storage

Metode shared storage adalah metode penyimpanan barang di gudang yang bertujuan mengurangi kebutuhan ruang penyimpanan barang. Metode shared storage mengutamakan keuntungan dari perbedaan waktu penyimpanan barang di gudang. Dalam metode ini penting untuk menentukan barang dengan teliti berdasarkan ruang penyimpanan yang digunakan.  

Cara menyimpan barang di gudang dengan metode shared storage harus mengetahui kapan produk masuk dan produk keluar dari gudang. Dengan begitu, lokasi kosong bisa diisi dengan produk yang masuk ke gudang. Penggunaan lokasi penyimpanan dengan memperhatikan tingkat kelas produk seperti pada metode class based storage.

Keunggulan dari metode shared storage yaitu bisa menjadi sistem pemindahan barang dalam waktu cepat dan tetap teratur. Jika ada lokasi kosong di titik penyimpanan bisa langsung diisi, sehingga meningkatkan manfaat ruang penyimpanan di gudang. 

5. Cube Per Order Index Policy

Metode penyimpanan barang di gudang terakhir adalah cube per order index policy. Metode cube per order index policy adalah cara menyimpan barang di gudang dengan memperhatikan tingkat kebutuhan ruang penyimpanan barang di gudang dengan jumlah transaksi produk. Metode cube per order index policy berarti mengatur lokasi produk berdasarkan kategori produk dan jarak perpindahan produk.  

Metode cube per order index policy cocok diterapkan pada perusahaan yang butuh ruang penyimpanan besar. Masalah yang sering terjadi pada ruang penyimpanan besar adalah tata letak gudang lebih sulit diatur, sehingga mengakibatkan kesulitan menemukan produk. Dengan metode cube per order index policy penggunaan waktu untuk mencari produk bisa lebih efisien walaupun ukuran gudang besar. 

Metode penyimpanan barang di gudang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan perancangan tata letak gudang. Penggunaan waktu bisa lebih efisien dan aktivitas di gudang bisa lebih produktif dengan mengatur tata letak dan metode penyimpanan yang tepat. Prinsip dalam tata letak gudang tetap harus diperhatikan dalam metode penyimpanan barang di gudang. Prinsip tata letak gudang secara umum adalah aman, mudah dicari, mudah dijangkau dan mudah diambil.

Sobat Shipper, pengelolaan gudang yang baik sangat berpengaruh pada kinerja karyawan. Maka dari itu, jika kamu memerlukan sewa gudang pastikan perusahaan tersebut juga menyediakan layanan manajemen gudang yang baik. Kamu bisa lebih fokus mengurus penjualan dan perkembangan perusahaan. Percayakan kebutuhan layanan sewa gudang terbaik kepada Shipper! Shipper tidak hanya menyediakan sewa gudang, tapi juga layanan manajemen pergudangan dan pengiriman yang profesional. Apa saja keunggulan Shipper dibanding sewa gudang lain? Cari tahu lebih banyak tentang Shipper dengan klik link ini https://shipper.id/warehouse!

author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.