Jangan Sampai Jualan Tidak Laku! Hindari Kesalahan dalam Branding Produk

Branding09 November 2022
jangan-sampai-jualan-tidak-laku-hindari-kesalahan-dalam-branding-produk

Daftar Isi:
1. Apa Itu Branding
2. Unsur-unsur Branding
2.1 Cara Membuat Logo 
2.2 Kesalahan dalam Membuat Logo
2.3 Aplikasi Pembuat Logo Gratis
2.4 Contoh-contoh Logo yang Baik
2.5 Cara Membuat Nama Brand
2.6 Cara Menentukan Warna Brand
2.7 Cara Agar Slogan Mudah Diingat
2.8 Tips Membuat Desain Kemasan Murah
2.9 Instagram Sebagai Media Branding Efektif
3. Strategi Branding
4. Kesalahan dalam Branding Produk

Ada proses dan strategi branding yang dilakukan hingga suatu merek dikenal oleh masyarakat. Sobat Shipper, tahukah apa itu branding? Branding adalah suatu usaha yang dilakukan dalam pemberian identitas brand atau produk untuk menarik target pasar yang potensial. Proses branding yang tepat akan membantu promosi lebih lancar dan sukses. 

Identitas brand yang dimaksud tidak sebatas nama merek, tapi semua hal yang berkaitan dengan suatu brand. Identitas brand meliputi logo, ciri visual, warna, tagline dan apa hal lain yang bisa memberi kesan atau persepsi unik di mata konsumen. 

Branding adalah hal yang penting dalam bisnis apa pun dan perlu strategi yang tepat berdasarkan target pasar, jenis produk dan image brand tersebut. Salah satu kesuksesan branding adalah masyarakat bisa mengingat brand tersebut dengan mudah dibanding brand kompetitor yang punya produk sejenis.  

Salah satu tujuan branding tidak hanya membuat nama merek terkenal, tapi harus membangun kepercayaan konsumen untuk setia pada produk yang ditawarkan. Namun, tidak menutup kemungkinan ada hal-hal yang salah dilakukan selama proses branding. Strategi branding yang tidak tepat dapat memberikan dampak buruk terhadap image brand di mata masyarakat. 

Sobat Shipper tentu tidak mau brand kamu diingat karena hal yang buruk, kan? Maka dari itu, kita perlu tahu apa saja kesalahan dalam branding produk yang perlu dihindari. Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Nama Merek Tidak Dipikirkan Matang-matang

Nama merek adalah hal utama dalam identitas sebuah brand. Seperti halnya pada manusia, nama dipikirkan baik-baik karena akan digunakan sepanjang hidupnya. Dalam sebuah nama ada harapan dan dipilih dari kata-kata baik. Begitu juga dengan nama merek harus dipilih secara matang agar tidak memberi image negatif di mata masyarakat.

Pemilihan nama brand tidak bisa sembarangan. Brand-brand terkenal melakukan pertimbangan dalam pemilihan nama merek. Jenis produk, target pasar dan image yang ingin dibangun bisa mempengaruhi proses pemberian nama brand. Lakukanlah riset pasar yang baik sebelum memberi nama untuk brand kamu. 

Nama merek yang baik haruslah mudah diingat pelanggan, lugas, tidak sulit diucapkan, sederhana dan yang paling penting adalah unik. Riset pasar diperlukan untuk memastikan tidak ada nama brand yang sama dengan brand kamu.  

Salah satu kasus masalah yang terjadi dalam proses pemberian nama merek yang kurang tepat adalah kasus Geprek Bensu yang sempat ramai tahun 2020 lalu. Nama Geprek Bensu milik artis Ruben Onsu dilaporkan karena dianggap memplagiat nama merek dari I Am Geprek Bensu milik Benny Sujono. 

2. Visual Branding Tidak Memiliki Ciri Khas

Visual branding adalah hal-hal yang bisa dilihat oleh pelanggan dan membuat pelanggan mengingat suatu produk atau merek. Hal ini di antaranya meliputi desain logo dan warna brand. Sama halnya dengan pemberian nama merek, pembuatan desain logo juga harus unik dan bisa mewakili image brand tersebut. Pembuatan logo tidak perlu rumit, namun harus mudah dikenali oleh pelanggan. 

Selain logo, warna brand juga penting sebagai visual branding. Warna brand adalah identitas brand yang diwakili melalui makna sebuah warna. Contohnya pada brand Coca Cola yang identik dengan warna merah. Merah pada brand Coca Cola mewakili rasa semangat, kuat, menonjol dan bahagia, hal ini sesuai dengan image brand yang diperkenalkan ke masyarakat.

3. Tidak Melakukan Riset Pasar dengan Brand Kompetitor

Mengapa penting melakukan riset pasar dengan brand kompetitor? Mengetahui brand kompetitor bukan untuk menirunya, namun untuk mempelajari persaingan pasar agar bisnis tidak gagal. Sobat Shipper bisa mempelajari banyak hal dari brand kompetitor. Contohnya, cara pemberian harga, siapa target pasarnya, kualitas produknya, proses pengemasan, cara berpromosi dan sebagainya. 

Dengan memperhatikan brand kompetitor kamu juga bisa mengoreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat dalam strategi branding mereka. Sehingga, kamu lebih mudah menghindari hal tersebut dalam strategi branding kamu. Dari brand kompetitor kamu bisa mempelajari apa saja yang menjadi kebutuhan pelanggan dan jadikan itu sebagai keunggulan produk kamu dibanding brand lain. 

4. Tidak Mengenali Siapa Target Pasar yang Potensial 

Mengenali siapa target pasar bisnis kamu sangat penting dalam menyusun strategi branding yang tepat. Misalnya, kamu menjual produk fashion untuk wanita remaja, maka buatlah strategi branding dengan image feminin dan fresh. Strategi promosi ini akan berpengaruh dalam proses promosi online dan offline

Dengan mengetahui target pasar yang potensial untuk bisnismu, maka kamu bisa menargetkan pembeli lebih spesifik sehingga promosi semakin efektif. Hal ini juga berpengaruh ketika kamu ingin melakukan iklan online yang perlu menargetkan konsumen. Targeting meliputi, jenis kelamin, usia, lokasi, minat dan sebagainya. 

5. Tidak Konsisten dalam Berpromosi

Semua strategi branding kamu akan sia-sia jika kamu tidak konsisten. Proses branding dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil branding tidak bisa dilihat dalam waktu sangat singkat, maka dari itu perlu konsisten dalam berpromosi. 

Susun strategi branding meliputi promosi online dan offline. Salah satu kesalahan dalam branding adalah terlalu fokus branding online hingga melupakan bahwa promosi offline juga masih sangat penting saat ini. Kedua strategi promosi online dan offline harus berjalan bersama dan saling melengkapi. 

Branding online meliputi mengoptimalkan penggunaan website dan media sosial untuk memperkuat image brand dan menonjolkan brand value. Selain itu, iklan online dan campaign online juga bisa membantu proses branding semakin maksimal. Branding offline contohnya adalah kartu nama, iklan di media cetak, menjadi sponsor suatu acara dan sebagainya. 

6. Tidak Menjaga Pelayanan Pelanggan 

Bagaimana pelanggan bisa menjadi loyal jika layanan pelanggan buruk? Strategi branding tidak hanya berhenti dengan memperkenalkan nama dan logo perusahaan ke masyarakat. Menjaga pelayanan pelanggan yang baik juga termasuk konsistensi dalam strategi branding. Kamu bisa menjaga hubungan baik dengan pelanggan secara online dan offline

Lakukan interaksi di media sosial dan berikan respon cepat jika ada masukkan atau keluhan dari pelanggan. Hal tersebut agar pelanggan merasa menjadi bagian penting dari brand . Pelayanan offline contohnya bagaimana cara kamu dalam mengemas produk yang aman untuk pelanggan. 

Branding adalah sesuatu yang penting untuk dimulai dan dikelola secara konsisten agar efektif meningkatkan brand awareness dan penjualan. Branding yang sukses akan membawa pengaruh pada perkembangan perusahaan. Jika perusahaan Sobat Shipper bergerak di bidang penjualan, maka kamu perlu jasa pengiriman yang terpercaya. 

Percayakan kebutuhan pengiriman dan sewa gudang kepada Shipper. Merupakan agregator logistik dan warehouse profesional dengan layanan terbaik untuk pelanggan. Kamu bisa jadwalkan proses pengiriman cepat dengan beragam pilihan ekspedisi. Cari tahu apa saja layanan yang bisa Shipper berikan, klik link https://shipper.id!  

Tags
Previous Article
Next Article
author

Shipper Indonesia

https://shipper.id/

Shipper Indonesia menjemput paket Anda dan mencarikan harga pengirim terbaik dari agen pengiriman ternama. Cukup siapkan pesanan, jadwalkan waktu penjemputan, dan kami akan mengurus sisanya, pengiriman jadi mudah.

Ingin konsultasi lebih lanjut? Isi data Anda di sini:

+62
Data tidak ditemukan
Periksa di sini untuk setuju dengan kami syarat dan ketentuan.